Warning: ob_start() [ref.outcontrol]: output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/darussho/public_html/index.php on line 4
Darus Sholah Jember :: Pondok Pesantren Modern Berjiwa Salafiyah
Selamat Datang di Situs Resmi Pondok Pesantren Darus Sholah www.darussholah.net Jl M Yamin 25 Jember Jawa Timur Email darussholah@gmail.com by Dwi Siswanto Copyright 2007-2010

PESANTREN DAN KEHIDUPAN SANTRI DI PP DARUS SHOLAH

Penulis : MUHAMMAD NUR SHODIQ | dibaca 772 kali | 2009-12-18 09:00:00

Kita semua sudah tahu bahwa ada tiga bentuk pesantren yang memiliki corak tersendiri. Pertama, pesantren salaf, yaitu pesantren yang masih melestarikan tradisi-tradisi ke-salaf-an sebagai sebuah warisan khazanah keilmuan ulama-ulama al-salaf al-sholih (baca: ulama-ulama klasik) seperti hanya menekankan pembelajaran kitab-kitab klasik, dan sistemnya sangat sederhana.
Kedua, pesantren khalaf, atau disebut dengan pesantren modern, adalah pesantren yang sudah mengadopsi khasanah keilmuan dan sistem pendidikan yang berkembang melalui kecanggihan teknologi, fasilitasnya yang serba lengkap sekaligus kompleks, dan kurikulum pendidikannya sudah menyamakan dengan kurikulum yang disajikan pendidikan formal.
Ketiga, pesantren semi modern, pesantren ini corak keilmuan dan sistem pendidikannya tidak jauh berbeda dengan pesantren modern, hanya saja segi fasilitas yang disediakan tidak selengkap dan sekompleks pesantren modern.
Namun, bagaimanapun perbedaan corak khas masing-masing bentuk pesantren di atas, lembaga pendidikan pesantren tetaplah lembaga pendidikan pesantren, sebuah lembaga pendidikan yang membawa visi dan misi luhur tersendiri yaitu keislaman, li al-tafaqquh fi al-din dan li’izzil islam wa al-muslimin. Sekaligus memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan di luar pesantren yang memiliki ciri, visi, dan misi yang beraneka ragam sekaligus cenderung kepada kedunawian semata.
Tapi, keungulan lembaga pendidikan pesantren terletak pada Panca Jiwa kepesantrenannya, diantranya: keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah, dan kemerdekaan.
Keikhlasan, berarti dalam melaksanakan segala aktivitas pendidikan dan aktivitas apapun di pesantren hanya semata-mata lillahi ta’ala. Kalau ada seorang kiai, guru, atau ustadznya digaji atau hanya berorientasi mencari honor maka berarti dia tidak jauh beda dengan guru-guru honoran di luar pesantren.
Kesederhanaan, berarti berpola hidup dan berpenampilan hidup yang sederhana, tidak serba mewah. Sehingga ketika ada seorang santri yang pola hidupnya serba mewah, maka pada hakekatnya dia tidak jauh berbeda dengan siswa-siswi pendidikan non pesantren.
Kemandirian, artinya berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, baik dalam konsep, sistem, maupun dana. Maka, bila ada sebuah pesantren yang sistem pendidikan dan konsep kurikulumnya memakai susunan konsep dan sistem orang atau institusi di luar pesantren berarti bukan sebuah pesantren. Begitu juga dalam hal dana, ketika ada sebuah pesantren bergantung kepada orang atau pihak di luar pesantren seperti halnya disokong subsidi dari pemerintah atau institusi-institusi lain maka tidak ada bedanya dengan sekolah negri dan institusi-institusi lainnya.
Ukhuwah islamiyah, adalah semua komunitas pesantren selalu berada dalam ikatan prinsip persaudaraan. Sebagaimana mottonya, “Berdiri di atas semua golongan” dalam satu kesatuan persaudaraan. Tidak membawa kepentingan segelintir orang maupun kelompok tertentu. Kemerdekaan, yaitu mempunyai jiwa yang bebas. Dalam artian, bebas dari perbudakan hawa nafsu dan syetan yang terkutuk. Sekaligus bebas dari tekanan-tekanan secara personal maupun komunal, dari siapa dan pihak manapun.
Hal itulah yang terlihat di Pondok Pesantren Darus Sholah Jember. Pesantren modern yang berjiwa salafi, yang menggabungkan kurikulum sekolah dan Pesantren menjadi satu yang bertujuan mendidik para siswa/siswi agar menjadi insan yang berguna, memiliki Imtaq dan Iptek yang seimbang, cerdas, terampil dan berakhlaqul karimah.
Kehidupan keseharian santri di Pondok Pesantren Darus Sholah tidak jauh beda layaknya kehidupan santri di pesantren-pesantren lain. Disini santri sangat dituntut untuk hidup mandiri dan diberi kebebasan untuk berkreasi walaupun waktu yang disediakan untuk itu sangat minim. Kesederhanaan ini tidak mematahkan semangat para santri Darus Sholah untuk selalu berbenah diri menuntut ilmu dan menjadi yang terbaik. Semua sarana dan prasarana mereka gunakan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh semangat para santri mengisi waktu luangnya dengan kegiatan-kegiatan yang tidak menjadi program khusus ( yang dijadwal oleh pesantren ) misalnya olahraga sepakbola, tenis meja, dll bisa dilakukan pada hari Ahad yang ini kesemuanya tidak mengganggu kegiatan pokok pesantren. Memang sudah ada kegiatan-kegiatan semacam itu yang dijadwalkan oleh masing-masing lembaga dan ini masuk dalam kegiatan ekstra kurikuler siswa. Tidak ada kelihatan raut sedih dari wajah para santri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari mereka. Yang terlihat hanyalah rasa kekeluargaan yang sangat tinggi mereka rasakan. Mereka menganggap di Pesantren adalah keluarga besar, karena keadaan mereka jauh dari rumah dan sanak keluarga maka temanlah yang paling dekat yang digunakan untuk saling curhat dan beradu argumen keilmuan layaknya kehidupan keluarga.
Memang kalau dilihat dari padatnya kegiatan pesantren dan sekolah sangat melelahkan, tapi tidak untuk di Darus Sholah. Semua kegiatan sudah ada jadwalnya tinggal menjalankan saja jadi tidak rancu. Hampir praktis tidak ada waktu luang bagi santri. Setelah selesai kegiatan formal semua santri langsung bersiap-siap melaksanakan istighasah bersama di masjid sampai maghrib dan ini dilakukan setiap hari. Dilanjutkan dengan kegiatan yang semuanya sudah dikelompokkan sesuai dengan tingkat kemampuan santri, mulai mengaji sesuai dengan kelompok memakai metode qiroati/dirosati sampai pada kajian kitab kuning. Hal ini dilakukan setiap hari kecuali hari jum’at karena dibuat istighasah setelah shalat maghrib dan hari Ahad yang dibuat pembacaan tibaiyah.
Disisi lain juga tidak ketinggalan pula kemajuan iptek di pesantren ini. Selain mengaji yang sudah menjadi kewajiban dan rutinitas santri setiap harinya, santri juga diberi kebebasan untuk menggali iptek. Internet online setiap hari (hotspot) sangat membantu santri dan asatidz untuk mencari kajian-kajian keagamaan lewat situs yang ada yang bisa nantinya digunakan untuk kepentingan bersama santri dan asatidz.

2,000,000 Shoppers
Advertise your product to 2,000,000 shoppers. Just for $19.90
Click Here...
Watch Over 4500 Channels
Direct on Your PC. No Monthly Fees. 100% Legal. Unlimited Usage
Click Here...

kirim ke teman | versi cetak

 Pondok Pesantren Lainnya



Artikel Terbaru | Artikel Terpopuler | Tambah Artikel | Cari Artikel